Founder MB.com
Bukan “Rugi”, tetapi “Belajar”!
“Pengalaman adalah guru yang paling berharga!”
Memang benar demikian adanya. Learning by Doing atau Learning by Experience, dipercaya menjadi salah satu metode paling jitu dalam sebuah proses pembelajaran. Dengan adanya pengalaman secara langsung, maka seseorang dipaksa untuk mengerti, memahami sekaligus merasakan bagaimana sebuah proses “sebab-akibat” bisa terjadi.
Dengan pembelajaran secara langsung, maka seseorang diajak berfikir bagaimana cara mengambil sebuah keputusan yang terbaik pada saat itu, dan ia harus memperhitungkan segala sebab-akibatnya dari setiap kemungkinan yang bisa ia pilih. Meskipun keputusan tersebut kedepannya merupakan sebuah keputusan yang “salah”, maka hal tersebut juga merupakan sebuah “pembelajaran”, sehingga dikemudian hari ia tidak perlu lagi melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kali. Di dalam bisnis, kita tidak mengenal kata “rugi”, yang ada adalah “BELAJAR”!
Yang Saya Berikan, Adalah Pengalaman
Apa yang Saya berikan adalah pengalaman Saya dalam membangun bisnis.
Serius menekuni bisnis sejak kuliah semester 6 di Universitas Brawijaya Malang, dengan menekuni bisnis pertama kalinya adalah perakitan komputer. Sejak saat itu jatuh bangun menjalankan bisnis pernah Saya alami, bahkan hingga lebih dari 20 jenis bisnis pernah Saya jalankan. Puncaknya di tahun 2006 ketika bisnis-bisnis tersebut berjatuhan, Saya mengalami kerugian hingga milyaran rupiah. Setelah itu berbagai upaya Saya lakukan untuk bisa bangkit, dan salah satunya adalah dengan mempelajari bagaimana berbisnis dengan menggunakan teknologi internet.
Ternyata dengan mengoptimalkan teknologi internet bisa memberikan efek yang luar biasa. Dengan modal awal berkisar 500 ribu rupiah untuk membeli domain dan hosting, bisnis tersebut kini bisa berkembang hingga beromzet milyaran rupiah. Dimulai dari berjualan e-book, menjadi broker toko tenda sampai membantu pemasaran mesin-mesin pertanian akhirnya Saya jalankan. Dan kini, usaha yang pada awal mulanya hanya merupakan pemasar mesin pertanian, kini Saya telah menjadi produsen mesin-mesin rekayasa teknologi tepat guna dengan sebuah pabrik mesin dibawah PT. Khalifah Niaga Lantabura Yogyakarta. Dan kabar baiknya untuk Anda, semua produk kami pasarkan secara online, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan internet.
UKM kita masih lemah dalam penguasaan informasi dan teknologi
Saya kutip pernyataan Menkop-UMKM Sjarifuddin Hasan dalam pernyataan beliau mengenai evaluasi ACFTA beberapa waktu lalu, bahwa ternyata UKM kita masih kalah dengan UKM luar karena UKM kita masih lemah dalam penguasaan informasi dan teknologi. Pernyataan beliau ini memang cukup beralasan jika kita melihat data-data terkait mengenai seberapa besar UKM kita yang sudah memiliki komputer, memanfaatkan komputer dalam bisnisnya, dan menggunakan internet dalam menjalankan bisnisnya. Secara umum, kesemuanya masih dalam angka yang cukup rendah.
Hal ini pun Saya buktikan sendiri bersama tim www.bisnisUKM.com dalam setiap liputan kelapangan. Hampir sebagian besar UKM yang kami liput masih melakukan produksi secara sederhana, dan melakukan promosi dengan media yang masih konvensional. Dapat ditebak, hasilnya pun hanya biasa-biasa saja alias pas-pasan. Salah satu media promosi yang paling diharapkan dan masih menjadi ujung tombak para pelaku UKM adalah pameran. Padahal, biaya untuk mengikuti pameran sangatlah besar, jika biaya tersebut dikonversikan dalam promosi online, maka hasil yang didapat UKM bisa jadi jauh lebih besar.
Oleh karena itu, hadirnya www.bisnisUKM.com dibawah PT. Lantabura Media, berkomitmen untuk membantu para pelaku usaha, baik pemula maupun yang sudah memiliki usaha, bisa mendapatkan informasi seputar dunia usaha secara cepat, lengkap, dan aplikatif. Selain itu kami juga menyediakan berbagai kemudahan aplikasi promosi maupun kebutuhan dalam membentuk jaringan bisnis. Dengan berbagai fasilitas tersebut, maka Saya berharap, bahwa UKM Indonesia bisa semakin maju dan berkembang dan mampu naik kelas menjadi perusahaan-perusahaan kelas dunia! GO UKM! Indonesia!

